Lilypie Baby Ticker

Friday, December 03, 2004

Semalem nonton acara Bincang-Bincang di ANTeve, dan ternyata sedang membahas kasus kecelakaan pesawat Lion Air di Solo. Nah ini dia yang ditunggu!!!... Karena kesibukan kerja gue gak sempat baca koran, untungnya semalem ada berita tentang hal itu, sehingga yang tadinya mata gue udah piyep-piyep karena ngantuk, bisa seger lagi.

Pada acara itu ditampilkan 2 orang saksi hidup yang memang sedang berada di dalam pesawat Lion itu. Mereka berdua adalah reporter dan kameraman dari stasiun ANTeve. "Hampir kita berdua duduk di depan, karena ada yang mau tukeran ya udah kita pindah kebelakang" kata salah satu dari mereka. "Di luar hujan sangat deras dan sering terjadi turbulance, pesawat melakukan landing dengan sangat keras, dan saya berpikir pasti akan terjadi apa-apa, untung saja saya suka membaca-baca, kalau terjadi sesuatu hal di dalam pesawat segera tundukan badan dan seat belt tetap terikat di pinggang" kata beliau lagi. Dan memang benar pesawat crash. Karena adanya kameraman ini pula kita bisa melihat bagaimana detik-detik setelah pesawat crash. Di barisan belakang keadaan cabin tidak mengalami kerusakan, di tengah badan pesawat robek, dan ujung pesawat hancur, diluar kabin mesin menyala dengan keras dan berputar seperti memacul tanah hingga kedalaman 2 meter dan bahan bakar tumpah. Ada api sedikit tentu bablas semuanya.

Selain kedua saksi mata ditampilkan juga ketua KNKP atau apalah dari dephub serta seorang ketua perhimpunan penerbang (mungkin) yang juga mantan pilot. "Mengapa pihak menara tidak melarang pilot untuk meng-cancel landing?" kata moderator kepada mantan pilot. "Karena keputusan landing berada di tangan pilot, pihak menara tidak bisa memutuskan apakah pesawat boleh landing atau tidak, dan antara pilot dengan pihak menara sudah melakukan confirm bahwa pesawat akan mendarat" jawab pilot. "Kita tidak akan menyalahkan siapapun, tapi kita akan mencari penyebab dari kecelakaan pesawat ini, kotak hitam sekarang sedang dilakukan pemeriksaan di Mac Donald Amerika" kata bapak dari KNKP.

Ya akhirnya kita cuma bisa menunggu hasil penyelidikan kotak hitam tersebut. Moga-moga seluruh laporan yang ada di dalam kotak hitam bisa menjawab penyebab kecelakan pesawat ini. Dan moga-moga kejadian ini gak terulang lagi.

Dulu waktu kecil gue suka banget mandangin pesawat, kadang sampai teriak-teriak dan melambaikan tangan. Waktu pertama kali naik pesawat kelas 1 SD rasanya senang banget, kata nyokap gue, gue gak bisa diem, nunjuk san nunjuk sini "ih ada gunung pohon" (bukit maksudnya) atau melihat sungai yang berkelok kelok. "Kalu jatoh bisa gawat ya ma" kata gue polos "Eh Iit gak boleh ngomong gitu" kata nyokap gue panik. Tapi gue tetep keukeuh nanya kenapa gue gak boleh ngomong kayak gitu. Akhirnya setelah gue agak besar gue baru "ngeh" dan paling cuma senyum2 sendiri. Ya semuanya gak bisa di duga, didarat, laut, udara kalau udah waktunya "datang" ya sudah there is no way out